Gubernur Okinawa Kecam Keras Pernyataan Anggota Parlemen Terkait Menara Himeyuri
Gubernur Prefektur Okinawa, Denny Tamaki, pada tanggal 9 Mei menyampaikan pernyataan resmi yang mengecam keras komentar kontroversial yang dilontarkan oleh anggota Dewan Perwakilan Tinggi dari Partai Demokrat Liberal (LDP), Shoji Nishida, terkait “Menara Himeyuri” — sebuah monumen peringatan perang yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Okinawa.
Dalam pernyataannya, Gubernur Tamaki menyebut bahwa pernyataan Nishida “telah melukai hati warga Okinawa secara mendalam” dan menyatakan bahwa ia merasa sangat kecewa serta tidak dapat menahan rasa marah atas kejadian tersebut. Pernyataan ini menunjukkan betapa seriusnya dampak dari komentar yang dianggap tidak sensitif terhadap sejarah dan penderitaan yang pernah dialami masyarakat Okinawa selama Perang Dunia II.
Meskipun Nishida telah menarik kembali ucapannya, Tamaki menegaskan bahwa ia mengetahui hal tersebut, namun tetap tidak dapat menerima pernyataan tersebut. “Serangkaian komentar itu sama sekali tidak dapat diterima,” ujarnya tegas.
Lebih lanjut, Gubernur Tamaki mendesak Nishida untuk secara langsung mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti Museum Peringatan Perdamaian Himeyuri. Ia berharap Nishida dapat memahami lebih dalam makna dari perjuangan dan trauma masa lalu yang dialami oleh rakyat Okinawa. “Saya sangat berharap agar beliau mau menghadapi secara sungguh-sungguh perasaan kuat masyarakat Okinawa yang terus mendambakan perdamaian,” pungkas Tamaki.
Menara Himeyuri sendiri merupakan simbol dari tragedi perang, memperingati para pelajar dan guru yang menjadi korban dalam pertempuran Okinawa, menjadikannya tempat yang sangat dihormati dan sensitif bagi warga lokal.
Sumber berita:
- Asahi Shimbun
- MSN Japan
- NTV News Japan