
Jepang adalah salah satu negara dengan sistem imigrasi yang terstruktur dan memiliki berbagai jenis visa untuk warga negara asing. Dari pelajar hingga pekerja profesional, jumlah pemegang visa terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja dan internasionalisasi. Berikut ini adalah 10 jenis visa terbanyak di Jepang tahun 2024, dimulai dari jumlah yang lebih sedikit hingga terbanyak.
🥉 10. Highly Skilled Professional (Jumlah tidak dipublikasikan)
Visa ini diberikan kepada profesional asing dengan keterampilan tinggi, seperti ahli teknologi, peneliti, atau manajer dengan gaji tinggi. Pemegang visa ini memiliki banyak keuntungan seperti waktu proses PR yang lebih cepat dan izin membawa keluarga.
Untuk siapa: Profesional berpendidikan tinggi dengan pengalaman kerja dan penghasilan tinggi.
🥉 9. Spouse or Child of Permanent Resident (Jumlah tidak dipublikasikan)
Visa ini diperuntukkan bagi pasangan atau anak dari warga asing yang memiliki status Permanent Resident (PR) di Jepang.
Untuk siapa: Suami, istri, atau anak dari pemegang PR.
🥉 8. Designated Activities – 95.508 orang
Jenis visa ini mencakup berbagai kegiatan khusus, termasuk:
- Bekerja pasca lulus kuliah
- Pengasuh keluarga diplomat
- Penerima beasiswa pemerintah Jepang (MEXT)
Untuk siapa: Kasus khusus yang tidak termasuk dalam visa standar.
🥉 7. Spouse or Child of Japanese National – 150.896 orang
Visa ini untuk pasangan atau anak dari warga negara Jepang. Pemegang visa ini boleh bekerja tanpa batasan dan bisa mengajukan PR dalam beberapa tahun.
Untuk siapa: Suami, istri, atau anak dari WN Jepang.
🥈 6. Long-Term Resident (Teijūsha) – 223.411 orang
Diberikan kepada orang asing yang punya alasan khusus untuk tinggal lama di Jepang, misalnya keturunan Jepang, pasangan yang bercerai dari WN Jepang tapi masih merawat anak, dan lainnya.
Untuk siapa: Warga asing dengan alasan khusus atau hubungan keluarga yang kompleks.
🥈 5. Special Permanent Resident – 281.218 orang
Status ini unik dan hanya berlaku untuk sebagian kecil orang asing, seperti keturunan Korea dan Tionghoa yang sudah tinggal di Jepang sejak sebelum Perang Dunia II.
Untuk siapa: Keturunan lama yang memiliki sejarah tinggal sebelum 1945.
🥈 4. Student Visa – 340.883 orang
Visa ini digunakan oleh pelajar asing yang menempuh pendidikan di Jepang, baik di sekolah bahasa, universitas, atau sekolah kejuruan (senmon gakko). Mereka bisa bekerja paruh waktu maksimal 28 jam/minggu.
Untuk siapa: Pelajar dan mahasiswa asing.
🥈 3. Engineer / Specialist in Humanities / International Services – 362.346 orang
Visa kerja paling umum untuk profesional seperti insinyur, akuntan, guru bahasa asing, IT, dan lainnya. Visa ini biasanya disponsori oleh perusahaan Jepang.
Untuk siapa: Profesional asing yang bekerja di perusahaan Jepang.
🥇 2. Technical Intern Training – 404.556 orang
Program magang teknis ini dibuat untuk mentransfer keterampilan ke negara berkembang, namun juga mengisi kekurangan tenaga kerja di sektor seperti pertanian, perikanan, dan manufaktur.
Untuk siapa: Pekerja magang dari negara berkembang, termasuk Indonesia, Vietnam, dan Filipina.
🏆 1. Permanent Resident – 891.569 orang
Visa ini adalah status tertinggi yang bisa dimiliki warga asing tanpa kewarganegaraan Jepang. Tidak ada batasan kerja, tempat tinggal, atau sponsor. Setelah tinggal beberapa tahun dengan visa kerja atau keluarga, seseorang bisa mengajukan PR.
Untuk siapa: Warga asing yang telah tinggal lama di Jepang dan memenuhi syarat.
📌 Kesimpulan
Jenis visa paling umum di Jepang menunjukkan kebutuhan negara ini akan:
- Tenaga kerja terampil dari luar negeri
- Profesional internasional
- Mahasiswa asing
- Hubungan keluarga lintas negara
Dengan tren ini, Jepang perlahan menjadi lebih terbuka terhadap imigrasi, terutama dalam sektor industri dan akademik.